SAMARINDA — Penyebab kendala distribusi air bersih ke pelanggan tidak hanya disebabkan oleh kebocoran pipa atau pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) saja, panel pemeliharaan juga bisa menjadi penyebab terganggunya distribusi. Karena panel listrik mempunyai peran vital dalam menjamin bergungsi sistem kelistrikan dalam pengolahan air bersih. Demikian pula penempatan panel kubikel di unit Intake Loa Kulu yang akan dilaksanakan Selasa, 14 April 2026, mulai pukul 09.00 Wita mewajibkan izin sementara distirbusi air bersih.
Dampaknya, sudah barang tentu menyuplai air bersih kepada pelanggan terganggu, sehingga Perumdam Tirta Kencana Samarinda meminta kepada pelanggannya, agar mengisi persedian air bersihnya, sehingga kebutuhan harian masih tercukupi. Imbauan itu disampaikan Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik.
“Imbauan ini, selain melalui media massa, juga melalui berbagai platform yang dimiliki perumdam, agar masyarakat bisa mengetahuinya, sehingga bisa mempersiapkan diri. Karena penempatan ini menjadi keharusan sebagai upaya peningkatan infrastruktur dan permintaan sistem distribusi udara di wilayah Kota Tepian,” bebernya.
Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penggantian perangkat listrik tersebut diperkirakan 2 x 24 jam. Meski demikian, pihak perumda tekanan, durasi gangguan bervariasi tergantung proses normalisasi pipa dan jarak lokasi pelanggan dari pusat distribusi setelah pengerjaan selesai.
Sejumlah wilayah yang diprediksi akan mengalami dampak langsung meliputi Kelurahan Loa Bahu, Jalan M. Said, Jalan Revolusi, Jalan Rapak Indah, dan Jalan Teuku Umar. Selain itu, kawasan padat penduduk seperti Jalan Tengkawang, Jalan Kelapa Gading, Perumahan Citra Griya, Jalan Adam Malik, serta Jalan Suryanata juga akan mengalami pemadaman pasokan. Wilayah lainnya meliputi Perumahan Bukit Pinang, Jalan Kampung Pinang, Jalan AW. Syahranie, Jalan Solong Durian, Jalan Batu Cermin, Perumahan Samarinda Residence, Jalan Batu Besaung, hingga kawasan Ring Road I, II, dan III. Layanan dari Booster AW. Syahranie dan sekitarnya juga dipastikan akan berhenti selama periode tersebut.
Taufik pun menyampaikan permohonan maaf manajemen atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari penyedia layanan ini. Perumda Tirta Kencana berkomitmen untuk mempercepat proses pengerjaan di lapangan agar pasokan udara dapat kembali normal lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Bagi warga yang memerlukan informasi lebih lanjut atau layanan tangki air darurat, pihak perusahaan menyediakan layanan pengaduan melalui sambungan telepon resmi dan media sosial perusahaan. (ri/kaya)
![]()