SAMARINDA – Ribuan warga di Kota Samarinda kembali harus bersiap menghadapi krisis air bersih. Perumda Tirta Kencana tertidur menyalakan aliran air hingga 24 jam akibat pekerjaan penggantian komponen jaringan vital pipa di Jalan DI Pandjaitan, Jumat (17/04/2026) mulai pukul 14.00 Wita.
Pekerjaan yang dilakukan bukan skala kecil. Perusahaan akan mengganti Gate Valve DN 150 mm dan DN 200 mm, sekaligus merehabilitasi sambungan “T” DN 200 mm x 150 mm. Proses ini diperkirakan berlangsung selama 1×24 jam. Namun, warga yang diminta tidak berharap air langsung normal setelah itu—pemulihan tekanan pipa biasanya membutuhkan waktu tambahan.
Dampaknya pun luas. Gangguan dipastikan menjalar ke puluhan kawasan, mulai dari jalur pelayanan IPA Gunung Lingai, Jalan DI Pandjaitan, Mugirejo, Joyo Mulyo, Lempake Jaya, Magelang, Sukorejo, Gunung Kapur, Purwodadi, hingga sejumlah kawasan perumahan seperti Citra Land, Artas, Alaya, Borneo Mukti I, GM 2 & 4, Korem (BAI), serta Kebun Agung dan sekitarnya.
Bukan kali pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, warga Samarinda berkali-kali mengeluhkan air mati atau berubah keruh akibat perbaikan jaringan. Kondisi ini semakin menegaskan bahwa infrastruktur udara kota masih rentan dan belum sepenuhnya Andal.
Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, menyebut pekerjaan ini tidak bisa ditunda karena berisiko memicu kerusakan lebih besar jika dibiarkan. “Kami mengusahakan pengerjaan secepat mungkin tanpa mengabaikan kualitas. Ini penting untuk menjaga pasokan udara jangka panjang,” ujarnya.
Di sisi lain, warga praktis tak punya banyak pilihan selain bersiap. Penampungan udara sebelum pukul 14.00 Wita menjadi langkah wajib. Hingga kini, belum ada kepastian terkait distribusi bantuan air melalui mobil tangki. Perumda membuka layanan pengaduan melalui contact center 0811-553-536 dan 0541-2088100 serta media sosial resmi. Warga juga diminta menghemat penggunaan air selama masa gangguan. (ri)
![]()