SAMARINDA – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mengangkat tema pemanfaatan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional–Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) sebagai media komunikasi aspirasi masyarakat.
Kegiatan yang digagas mahasiswa UINSI Samarinda, yakni Linda Meilani, Mardiasih, Muhammad Alfiannur, Rajab, dan Rezqi Hutomo Achmad, ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya komunikasi masyarakat yang efektif, partisipatif, dan beretika di era digital.
Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim dan diikuti 50 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai fungsi SP4N-LAPOR sebagai kanal resmi yang menghubungkan dengan masyarakat pemerintah dalam menyampaikan pengaduan, keluhan, maupun aspirasi terkait pelayanan publik.
Hadir pada kesempatan tersebut sejumlah dosen UINSI Samarinda yang juga membagikan pemikirannya, yakni Prof. Dr. HM Tahir, S.Ag., MM, Dr. Sitti Syahar Inayah, M.Si dan Dr. Hj. Ida Suryani Wijaya, M.SI.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Mardiasih menjelaskan SP4N-LAPOR merupakan bentuk implementasi komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah yang memanfaatkan teknologi digital. Melalui platform tersebut, masyarakat tidak hanya dapat menyampaikan laporan, tetapi juga memperoleh tanggapan dan tindak lanjut dari instansi terkait.
“SP4N-LAPOR menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus berpartisipasi dalam pengawasan pelayanan publik,” jelasnya.
Selain memperkenalkan penggunaan mekanisme SP4N-LAPOR, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika komunikasi publik. Narasumber pentingnya menyampaikan laporan dengan bahasa yang sopan, data yang lengkap, serta informasi yang jelas agar pengaduan dapat diproses secara efektif.
Suasana kegiatan semakin interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari tata cara penyampaian aspirasi yang baik hingga efektivitas platform digital dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa menyampaikan aspirasi bukan sekadar menyampaikan keluhan, melainkan bagian dari partisipasi aktif warga negara dalam mendorong perbaikan pelayanan publik. Kesadaran akan tanggung jawab moral dan sosial dalam berkomunikasi di ruang publik juga menjadi salah satu poin penting yang ditekankan selama kegiatan berlangsung.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi SP4N-LAPOR serta pentingnya literasi komunikasi masyarakat di era digital. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan juga dinilai lebih memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi dalam menciptakan komunikasi publik yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan PKM ini, tim mahasiswa UINSI Samarinda berharap generasi muda semakin aktif memanfaatkan saluran komunikasi resmi pemerintah secara bijak dan bertanggung jawab, sehingga tercipta budaya partisipasi publik yang konstruktif dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. (*/kaya)
![]()